"Ada Konspirasi dalam Persidangan Mubarak"

KAIRO – Seorang pengacara yang membela keluarga korban tewas dalam pemberontakan melawan Husni Mubarak mengatakan, dirinya mencurigai bahwa telah terjadi konspirasi tersembunyi yang dilakukan oleh para pendukung mantan Presiden Mesir Husni Mubarak.

Di hadapan persidangan pada Senin (20/2/2012) kemarin, ternyata hal itu tidak hanya disampaikan oleh para pengacara penggugat. Namun juga oleh para jaksa yang terlibat dalam persidangan tersebut, setelah Hakim Ahmed Refaat memutuskan untuk menunda keputusan sidang sampai dengan 3 Agustus mendatang.

“Tidak diragukan lagi ada konspirasi dalam persidangan ini. Sebuah konspirasi yang dimulai sejak sidang pertama kali digelar, konspirasi yang dilakukan secara diam-diam,” ujar pengacara yang mewakili pihak keluarga korban tewas, Sameh Ashour seperti dikutip Reuters Selasa, (21/2/2012).

Sebelumnya jaksa menuntut agar pengadilan menjatuhkan hukuman mati bagi Mubarak yang diduga terlibat dalam pembunuhan 850 demonstran ketika unjuk rasa menentang dirinya terjadi, namun Kementerian Dalam Negeri dan Kepolisian Mesir menolak untuk bekerja sama dalam untuk mengungkapkan kasus ini.

“Tindakan ini adalah bentuk dari sebuah konspirasi yang memberikan polisi waktu untuk menghapus semua video yang merupakan barang bukti,” ujarnya Sameh Ashour.

Rakyat Mesir berharap pengadilan yang tengah berlangsung terhadap mantan pemimpin mereka Husni Mubarak dapat menghapuskan sejarah kelam masa lalu. Namun keputusan hakim yang menunda pembacaan keputusan sidang membuat jaksa penuntut khawatir terkait lemahnya barang bukti yang dapat dihadirkan ke persidangan dapat menyebabkan hukuman yang ringan bagi Mubarak.

Selain menuding polisi berusaha menghilangkan barang bukti, jaksa juga menyebutkan bahwa selama menjalani proses hukum terhadap dirinya, Mubarak diperlakukan secara istimewa.

Selain didakwa dengan tuntutan terkait pembunuhan para demonstran, Mubarak yang berusia 83 tahun itu juga didakwa dengan sejumlah tuntutan lain seperti penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi yang dilakukan selama dirinya  berkuasa.

Mubarak kini tengah menjalani masa tahanan di sebuah rumah sakit militer akibat penyakit jantung yang dideritanya. Tidak hanya Mubarak, namun mantan panglima militernya serta sejumlah pejabat tinggi di kepolisian Mesir juga didakwa terlibat dalam pembunuhan terhadap 850 orang demonstran.(rhs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>