BANJARNEGARA- Imlek biasanya identik dengan buah naga, namun bagi petani buah naga nampaknya tak akan merasakan manisnya keuntungan penjualan buah naga ini. Hal ini akibat panen buah naga yang mengalami kemunduran hingga 15 hari setelah perayaan Imlek.
Salah satu petani buah naga, Amin Abror (50) warga Desa Sigaluh Banjarnegara mengaku sudah 7 tahun menjadi petani buah naga. Dan biasanya pada perayaan Imlek buah naga akan menjadi berkah tersendiri karena selain mengalami kenaikan hingga 30 persen, permintaan akan buah naga di pasaran mengalami peningkatan hingga mencapai 300 persen.
Namun perayaan Imlek tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya panen buah naga tidak berbarengan dengan perayaan Imlek melainkan mundur antara 15 hingga 20 hari setelah Imlek.
Akibatnya, petani buah naga tak bisa melayani permintaan pasar yang cukup tinggi dan secara otomatis tak bisa menerima keuntungan. Kondisi ini diakibatkan pengaruh cuaca buruk.
Amin kembali menuturkan dari 200 patok tanaman buah naga di kebun milikinya, bisa meraup omset Rp62 juta setiap panen. Namun saat panen tahun ini, Amin hanya mampu memperoleh omset Rp50 juta karena harga buah naga tak setinggi menjelang perayaan Imlek.
(Elis Novit/Sindo TV/crl)