“Pada 2011 nilai produksi garam lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada 2010, produksi kita nihil. Karena sepanjang tahun hujan terus menerus. Tahun ini diprediksi tidak begitu terjadi curiosity cuaca,” terang Kardani saat ditemui di kantornya kemarin (3/2).
Dia menuturkan, penghasil terbesar garam konsumsi di Jatim masih dipegang oleh pulau Madura. Tercatat, kontributor mayoritas adalah lapangan garam yang ada di Sampang. Kabupaten Sampang menghasilkan garam sebesar 288 ribu ton. Selanjutnya, disusul oleh Kabupaten Sumenep yang memproduksi 150 ribu ton garam. Sedangkan Pamekasan berada di urutan tiga besar dengan menghasilkan garam sebanya 61.500 ton.
“Kabupaten lainnya di Jatim juga menyumbang. Namun komposisinya masih sedikit. Misalnya Tuban, Lamongan, dan Probolinggo,” jelasnya.