JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memutuskan akan mengkonfrontasi Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang di persidangan Muhammad Nazaruddin.
Majelis Hakim menjadwalkan konfrontasi akan dilakukan pada pekan mendatang. Keputusan tersebut tercetus setelah majelis hakim mendapat serangan bertubi-tubi dari kuasa hukum Muhamad Nazarudin yang terus menerus memaksa majelis hakim untuk dapat mengabulkan pemerintah merekada.
Akibat serangan bertubi-tubi tersebut, majelis hakim memberikan teguran atas sikap tim kuasa hukum yang dinilai bersikap tidak sopan.
“Majelis hakim memberi kesempatan pada penasihat hukum untuk mengupayakan saksi- saksi Rosa dan Angleina Sondakh untuk dikonfrontir dalam persidangan pada Rabu 29 Februari 2012 mendatang,” ujar Ketua Majelis Hakim Dharmawati Ningish saat membacakan hasil musyawarah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Dalam persidangan beberapa waktu lalu Angie membantah dirinya pernah berkomunikasi dengan Rosa menggunakan BlackBerry Messenger. Bahkan Angie menegaskan dirinya baru menggunakan BlackBerry pada akhir 2010. Dalam transkrip percakapan BlackBerry Messenger antara Rosa dengan orang yang diduga Angie muncul sejumlah istilah. Di antaranya Apel Malang, Apel Washington, Ketua Besar, dan Bos Besar.
Tag Archives: angelina sondakh
Jadi Saksi, Menpora Janji Jujur
Andi datang dengan menggenakan kemeja batik cokelat lengan panjang. Di persidangan juga terlihat terdakwa kasus wisma atlet, M Nazaruddin. Pada wartawan sebelum sidang, Andi joke berjanji akan menjawab pertanyaan majelis hakim dengan gamblang.
”Lihat saja nanti di pengadilan. Saya akan menjawab (pertanyaan) dengan sebenar-benarnya,” kata Andi yang terus melempar senyum kepada wartawan.
Saat dimulainya persidangan, Ketua Majelis Hakim Darmawati Ningsih langsung memberikan pertanyaan apakah Andi mengenal terdakwa Nazaruddin. Andi joke menjawab kenal Nazaruddin sejak Pemilu 2009 karena sama-sama berada di satu partai.
Nama Andi Mallarangeng mulai sering disebut-sebut terseret kasus hukum wisma atlet di Palembang. Nama mantan jubir Kepresidenan ini juga terseret kasus Hambalang.
Andi Akui Terima Angie dan Nazaruddin
JAKARTA–Menpora Andi Mallarangeng dicecar Ketua majelis hakim Darmawati Ningsih terkait proyek Hambalang, pada sidang di Tipikor, Rabu (22/2). Saat Darmawati mengkonfirmasi pertemuan antara Andi dengan KOmisi X DPR RI di kantor Kemenpora, pada awal Januari 2010 sebagaimana keterangan saksi dan Nazaruddin sebelumnya.
Andi joke membantah bila pertemuan tersebut membicarakan masalah proyek Hambalang. Meski dirinya mengakui bahwa dalam pertemuan tersebut, turut hadir tersangka kasus suap wisma atlet Angelina Sondakh dan terdakwa Nazaruddin.
Andi menjelaskan bahwa kedatangan Komisi X DPR RI bermula dari pesan yang disampaikan oleh staffnya, perihal keinginan anggota dewan untuk bersilahturahmi. Karena relasi kerja dan bernuansa silahturahmi, Andi joke mengaku tidak bisa menolak meski yang datang tidak hanya anggota komisi X DPR RI sebagaimana yang disampaikan.
20 Cewek Berpakaian Mini Demo Angie
Cewek-cewek cantik nan seksi itu tergabung dalam Mawar Pro Pemberantasan Korupsi (MP2K). Juru bicara MP2K, Martha, menyatakan, MP2K meminta Angie -sapaan Angelina Sondakh- berbicara jujur terkait kasus korupsi yang membelit kader Partai Demokrat. “Sebagai wanita, kami tersinggung karena Mbak Angie tidak jujur,” kata Martha yang menjadi juru bicara MP2K.
Berbeda dengan aksi demo lainnya yang biasa digelar di depan KPK, aksi MP2K tak diwarnai teriakan lewat shrill orator ataupun megaphone. Tak ada pula yel-yel khas demonstran.
Dalam aksinya, MP2K justru membagi-bagikan bunga ke para pengendara pengguna jalan di depan KPK. Hanya ada dua print dan satu spanduk yang dibawa MP2K. Satu spanduk putih berukuran lumayan besar bertuliskan “Mbak Angie Jujur Dooong…!”
Alasan Kenapa Percakapan Angie-Rosa Tak Dicantumkan di BAP
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menjelaskan alasan kenapa percakapan Mindo Rosalina Manullang (Rosa) dengan Angelina Sondakh (Angie) melalui pesan BlackBerry tidak dimasukkan dalam Berita acara pemeriksaan (BAP).
Bambang tampak santai menjawab todongan pertanyaan wartawan usai menghadiri acara seminar KPK di Hotel Ibis, Jakarta Barat, Kamis, (16/2/2012) malam.
“Saya bisa memastikan bahwa (percakapan) itu tidak dihilangkan dari BAP. Cuma kalau tidak ada konteks Angie sebagai tersangka, mau ngapain ditaruh di situ,” kata Bambang.
Angie: (Saya) Ikuti Saja Persidangan
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh, hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin.
Angie, sapaan Angelina Sondakh, tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor ) sekira pukul 08.25 WIB, dengan mengenakan baju lengan panjang warna abu-abu.
Saat ditanya wartawan soal persiapan sidang, Angie hanya menjawab santai. “Ya, ikuti saja persidangan,” kata Angie di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2012).
Angie datang dikawal empat orang anggota kepolisian. Sebelumnya, politisi dari PDIP, we Wayan Koster juga hadir di pengadilan tipikor pukul 08.00 WIB, dengan mengenakan baju batik coklat lengan pajang.
Jago Debat, Jiwa Politisi Sudah Kelihatan Sejak Sekolah
Sedikit semrawut. Itulah pemandangan yang terlihat saat berada di gerbang SMA N II Manado (SMANDU). Gedung dua lantai yang bercat putih itu, mulai pudar. Taman sekolahnya juga tidak ditata. Hanya yang kelihatan bagus lapangan basketnya. Jaring basketnya masih bagus. Maklum, sekolah tersebut rutin tiap tahun ikut Development Basketball League (DBL).
Di sekolah inilah, Angie -sapaan akrab Angelina Sondakh- mendapatkan mendapatkan ijazah SMA. Sekolah ini banyak menyimpan kenangan manis bagi putri pasangan Prof Dr Lucky Sondakh dan Ir Syul Dotulong. Meski joke hanya dua tahun mengecap pendidikan di SMANDU, tapi anggota DPR RI ini sangat terkenal di sekolah.
Anas Tak Pernah Bersinggungan dengan PT DGI
Kuasa hukum Anas yang juga anggota Tim Advokasi PD, Patra M Zen di Jakarta, menyatakan bahwa dalam beberapa kali persidangan Nazaruddin selalu menyebut Anas telah memberi perintah agar PT Duta Graha Indah (DGI) Tbk menang dalam proses proposal proyek Wisma Atlet. Namun merujuk pada fakta persidangan, Patra menegaskan bahwa tidak pernah ada keterlibatan Anas dalam proses proposal proyek Wisma Atlet sehingga PD DGI mengantongi kontrak senilai Rp 191 miliar.
Bahkan Patra menyebut dari 14 saksi yang dihadirkan di persidangan Nazaruddin, tak satupun yang menyebut peran Anas dalam pemenangan PD DGI. “Sudah 14 saksi dihadirkan di persidangan, tapi faktanya tidak ada yang menyebut Pak Anas memerintahkan saksi untuk melakukan sesuatu terkait proyek Wisma Atlet,” tandas Patra.
Angie Jadi Tersangka, Reza: Dia Kan Adik Saya
JAKARTA – Merasa telah menjadi bagian dari anggota keluarga, penyanyi Reza Artamevia kaget saat mengetahui Angelina Sondakh (Angie) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus Wisma Atlet.
“Ya kaget, siapa yang enggak kaget, karena kan keluarga. Dia kan adik saya,” kata Reza di studio 4 MNC, TMII, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2012) dinihari.
Meski tidak terjun di dunia politik, namun Reza tetap selalu mengikuti perkembangan berita.
“Kebetulan saya senang dengan ilmu tata negara, ya tentunya saya wajib untuk memperhatikan kondisi negara, apalagi yang ada di sekitar kita,” ujar Reza.
KPK Diminta Jaga Jarak dengan Politisi
Menurut Abdullah, KPK harus konsisten menegakkan kode etik inner dengan menjaga jarak dari kekuasaan ataupun kelompok politik lainnya. “Jadi tetap profesional dan bekerjanya bukan karena tekanan atau kepentingan politk tertentu,” kata Abdullah di Jakarta, Selasa (7/2).
Peneliti ICW di bidang korupsi politik itu juga menyarankan komisioner KPK untuk tidak mudah menerima kunjungan para politisi. Sebab, KPK banyak menangani kasus-kasus korupsi yang melibatkan para politisi, terutama anggota DPR.
Lebih lanjut Abdullah menambahkan, jangan sampai kinerja KPK membuat publik kecewa karena terhambat kepentingan politik saat menangani kasus korupsi yang melibatkan para politisi. “Kalau ada indikasi keterlibatan anggota DPR dalam kasus dugaan korupsi, jangan ragu-ragu untuk tetap masuk dan membongkarnya,” tegasnya.