Feb 20

Tonton Film Konservasi Orangutan, SBY Terharu

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Bambang Yudhoyono menyaksikan secara langsung film berjudul Born to be Wild di Teater Imax Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta malam ini.

Pantauan okezone, Senin (20/2/2012) malam, nampak Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, Presiden Orangutan Foundation International (OFI) Birute Mary Galdikas, serta ratusan tamu undangan yang memenuhi teater Imax Keong Mas TMII malam ini.

Film yang berdurasi sekira 45 menit ini merupakan hasil kerjasama antara Kementrian Kehutanan, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Orangutan Foundation International (OFI), Sinar Mas dan Eka Tjipta Foundation (EFT).

Feb 01

Pembangunan Sektor Industri Harus Dipercepat

JAKARTA - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, dibutuhkan percepatan pembangunan sektor industri yang disebut sebagai akselerasi industrialisasi 2012-2014.

“Percepatan tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri sebagai katalis utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Hidayat, di Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Upaya percepatan itu, kata dia, dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai potensi kekuatan dan hambatan, menentukan strategi pokok akselerasi industri pada kelompok industri prioritas tertentu, membuat rencana aksi (action plan) inisiatif strategis, serta menentukan kebijakan afirmatif untuk mendukung pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).

Feb 01

"Kenaikan Buruh di China Saja Hanya 20%"

JAKARTA - Usulan gaji buruh yang naik sebesar 30 persen dirasakan terlalu berat oleh kalangan dunia usaha.

“Kalau naik sebesar 30 persenan itu cukup berat ya. Enggak wajar negara China yang sudah maju saja naiknya cuma 20 persen saja,” ungkap Ketua Komite Tetap Prasarana dan Sarana Investasi KADIN Erwin Aksa kala ditemui dalam acara ulang tahun Apindo ke-60, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta , Selasa (31/1/2012) malam.

Menurut CEO BOsowa Group ini, pemerintah, buruh dan serikat pekerja perlu menemukan regulation yang tepat untuk menyelesaikan hal tersebut agar masalah ini tidak berlarut-larut yang akan berakibat pada iklim investasi di Indonesia.

Jan 27

4.124 Pegawai Pemda Dilatih jadi Analis Jabatan

JAKARTA–Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Azwar Abubakar mengajak  segenap elemen masyarakat, dunia usaha, termasuk Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO)  , untuk mempercepat module reformasi birokrasi.

Dia joke mengapresiasi usulan INKINDO yang akan berperan dalam pendampingan pelaksanaan analisis jabatan di pemerintah daerah.

“Memang sudah dilaksanakan diklat bagi 4.124 pegawai pemda untuk posisi analis jabatan. Namun dalam pelaksanaan di instansinya, akan lebih baik kalau didampingi konsultan, khususnya yang tergabung dalam INKINDO,” ungkap Aswar ketika menerima Dewan Pengurus Nasional INKINDO di Kantor KemenPAN-RB, Jakarta, Jumat (27/1).

Ketua Umum INKINDO Bachder Djohan mengatakan, pihaknya dapat ikut berperan dalam pengukuran kinerja pelayanan publik dan diklat  untuk peningkatan profesionalitas aparatur di tingkat pelaksana.

Jan 18

Infrastruktur Hambat Ekonomi Sulsel

MAKASSAR – Dunia usaha di Sulawesi Selatan (Sulsel) belum berkembang dengan baik karena masih terkendala sarana transportasi.

Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel Latunreng menanggapi rencana Pemprov Sulsel mengeporasikan Sulawesi Air Lines di Toraja, Masamba, Luwu, Bone dan Selayar.

Menurut Latunreng, kehadiran Sulawesi Air Lines akan memicu perbaikan iklim usaha dan peningkatan peran swasta. Selain itu, kata dia akan mengundang financier lebih banyak ke daerah ini. “Kami memang masih kesulitan dalam transportasi. Jadi, kami menyambut baik kehadiran penerbangan ini,” kata Latunreng, Rabu (18/1/2012).

Jan 17

Aneh, Penyuap Gayus tak Disentuh Hukum

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Ganjar Laksamana menilai aneh kasus penyuapan terhadap tersangka pegawai Dirjen Pajak, Gayus Tambunan tidak menyentuh siapa penyuapnya. Padahal, kata Ganjar, kasus ini lebih mudah mengungkapnya ketimbang kasus cek pelawat yang melibatkan Nunun Nurbaeti.

“Kasus Gayus sebenarnya lebih mudah untuk diungkap karena Gayus telah menyebutkan pihak-pihak yang diduga menyuapnya. Kasus menjadi aneh ketika aparat penegak hukum hingga kini belum juga memeriksa para pihak yang diduga menyuap Gayus,” kata Ganjar Laksamana, di Jakarta, Selasa (17/1).

Menurut Ganjar, dari prosedur dan proses KPK tidak memiliki alasan untuk tidak memanggil dan memeriksa para penyuap Gayus. Beda halnya dengan Nunun yang hingga kini bungkam hingga penyidik sulit mendapat keterangan dari Nunun.

Jan 10

Pejabat Minta Setoran, Pengusaha Lurus Sulit Bersaing

JAKARTA - Koordinator Indonesia Bermartabat, Solikin, menilai ada dua jenis pengusaha di Indonesia. Yakni pengusaha hitam dan putih.

Menurutnya,  para pengusaha putih sulit eksis karena tidak mampu bersaing dengan pengusaha hitam yang berkroni dengan pejabat termasuk dengan kalangan Istana. Akibat adanya dua macam pengusaha tersebut, saat ini dunia usaha sesungguhnya lebih sulit dibandingkan masa VOC.

“Indonesia sudah menjadi negara mafia yang penuh dengan kronisme, setoran kepada para pejabat, jenderal, polisi, jaksa bahkan sampai istana,” ungkap Solikin di Jakarta, (10/1).

Solikin yang juga  Ketua Komite Tetap Investasi Indonesia Bagian Tengah KADIN Indonesia itu menegaskan, sebenarnya gampang untuk membuat rakyat sejahtera. Yakni dengan cara memberi porsi yang lebih besar kepada rakyat untuk mengelola kekayaan alam.

Jan 04

Dorong SBY Canangkan Esemka jadi Mobnas

Menurut Lukman, saat ini adalah movement tepat untuk mendongkrak daya saing karya-karya anak negeri. “Jangan sampai kehilangan momentun, karena persaingan dengan negara lain akan semakin sulit,” ujar Lukman di Jakarta, Rabu (4/1).

Lebih lanjut politisi muda PPP itu menambahkan, mencuatnya Esemka itu juga bisa menjadi titik balik agar pemerintah berani menghadapi raksasa otomotif luar negeri yang terus membanjiri Indonesia dengan produk-produknya. Lukman justru berharap di epoch kepemimpinan SBY ini tercipta mobnas yang benar-benar murni karya bangsa sendiri.