JAKARTA – Indonesia termasuk salah satu negara yang penduduknya aktif menjalankan module Keluarga Berencana (KB). Ada 61,4 persen penduduk Indonesia yang mempraktekkan module untuk mengurangi ledakan penduduk ini.
“Kalau secara dunia termasuk tinggi. Beberapa negara masih sangat rendah apalagi negara Afrika,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Sugiri Syarief di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (12/5/2012).
Kata dia, dalam hal penggunaan alat kontrasepsi, Indonesia yang penduduknya terbesar nomor empat di dunia kalah dari Brazil, China dan Korea. Dalam skala dunia, China diakui sangat berhasil menerapkan module KB. Tapi hal itu bisa dilakukan dengan penegakan hukum yang sangat tegas.
Dia memberikan contoh, di China penduduk yang memiliki anak lebih dari satu akan mendapat sanksi. Sementara itu, Indonesia menerapkan module KB dengan cara lebih bijak. Seperti imbauan dua anak cukup dan pelaksanaannya tanpa paksaan. Namun, secara prosentase kebijakan Indonesia membuat masyarakat sadar KB dinilai cukup berhasil.
“Oleh karena itu banyak negara yang ingin belajar di Indonesia. Kita selalu dapat tamu untuk studi banding,” cetusnya.
Sebenarnya, penduduk yang sadar KB juga sudah sangat tinggi, sekira 95 persen. Namun, upaya meningkatkan keinginan masyarakat mempraktekkan module KB bukan tanpa kendala. Masih ada sekira 33 persen penduduk yang sadar KB tapi tidak menjalankan.
Ada empat karakter penduduk yang tidak bisa dipaksakan ikut module KB. “Siapa mereka, yang sedang hamil, yang enggak punya anak juga, yang baru menikah dan yang ke empat mereka yang ingin KB tapi tidak jadi karena berbagai sebab mungkin takut terhadap efek samping obat atau ongkosnya mahal,” pungkasnya.
This is a preview of
61,4 % Penduduk Indonesia Sudah Ikut Program KB
.
Read the full post (258 words, estimated 1:02 mins reading time)