May 16

Pertemuan SBY-Prabowo Sebatas Temu Kangen

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan dengan para jenderal alumni Akademi Militer 1973 di Istana Tampaksiring, Bali kemarin.

SBY bahkan dikabarkan melakukan pertemuan empat mata dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Saat dikonfirmasi perihal pertemuan tersebut, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat tidak membantahya.

“Pertemuan SBY dan Prabowo dengan alumni AKABRI 73 adalah pertemuan kangen-kangenan,” ujar Martin kepada Okezone, Rabu (16/5/2012).

Martin menambahkan, pertemuan tersebut adalah wajar dan diadakan oleh para comparison ABRI. Diantara mereka kata Martin, sesama angkatan dimana selama empat tahun dalam pendidikan dulu di Magelang selalu bersama.

May 15

Ani Yudhoyono Belum Dibahas jadi Capres Demokrat

JAKARTA – Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menegaskan, sampai saat ini partainya belum membicarakan masalah calon presiden 2014. Termasuk membicarakan sosok Ibu Ani Yudhoyono sebagai capres dari partai berlambang bintang forgiveness itu.

“Ya sebenarnya kita belum ada rencana untuk bicara capres,” kata Sutan, menjawab JPNN, Selasa (15/5).
      
Anggota Komisi VII DPR itu menilai, jika ada wacana orang per orang di lingkungan Partai Demokrat yang menyebut bahwa Ibu Ani layak sebagai capres 2014, itu patut dihargai. Begitu juga dengan yang berbicara soal capres lain dari PD.

May 13

"Foke Jujur dan Bukan Pencuri"

JAKARTA- Politikus muda, Yuddy Chrisnandi dipilih menjadi juru bicara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta incumbent, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Yuddy mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat dirinya menerima penunjukkan tersebut. Alasan pertama, kata Yudi, dirinya telah mengenal Fauzi Bowo sudah lama.

“Saya kenal Foke sudah lama. Sejak masih menjadi Sekda (Sekretaris Daerah), Gubernur, sampai sekarang. Saya kenal pribadinya,” kata Yuddy Chrisnandi, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu, (12/5/2012).

Kedua, kata Yuddy, Hanura secara resmi memutuskan menjadi partai pengusung pasangan yang lebih akrab disapa Foke-Nara tersebut. Sehingga, kata Yudi, sebagai kader diwajibkan mengikuti ketentuan partai.

May 11

Fauzi-Nachrowi Serukan Minum Susu

JAKARTA – Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur Nachrowi Romli menyerukan kepada warga Ibu Kota untuk rajin menjaga kesehatan dengan meminum susu.

“Ini kita sebut revolusi putih, yakni untuk menyehatkan warga Jakarta dengan gemar meminum susu. Mulai dari keluarga kalangan bawah hingga menengah atas,” ujar Nachrowi Ramli saat menerima dukungan Assosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta di Pasar Jaya Klender Jakarta Timur, Jumat (11/5/2012).

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini menambahkan, revolusi putih ini juga bisa disebut revolusi pemikiran, yakni revolusi yang akan menyehatkan generasi penerus bangsa guna memajukan negara kita ke depan.

May 11

Usung Sri Mulyani dan Mahfud, Bukti Ada Persaingan di Demokrat

JAKARTA – Selain Dahlan Iskan, Partai Demokrat juga melirik beberapa nama yang berasal dari luar inner partai untuk diusung dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang seperti Sri Mulyani dan Mahfud MD.

Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai hal tersebut merupakan bentuk manuver persaingan di lingkungan inner partai berlambang bintang Mercy itu. Persaingan tersebut terlihat antara kubu pendukung Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dengan kubu lain.

“Di liriknya Sri Mulyani dan Mahfud MD adalah bagian dari bunga-bunga persaingan di lingkungan inner Demokrat, antara kubu pendukung dewan pembina dengan kubu lainnya,” ujar saat berbincang dengan okezone melalui sambungan telepon, Jumat (11/5/2012).

May 04

Wacana JK Jadi Capres Demokrat Hanya Pemanis Bibir

JAKARTA – Wakil ketua Partai Demokrat, Max Sopacua menilai Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla masih memiliki kapasitas yang cukup untuk memimpin negeri ini. Kendati demikian, wacana mencalonkan JK jadi presiden melalui Demokrat hanya pendapat pribadi Max.
 
“Yang dilakukan JK selama menjadi Wakil Presiden membantu SBY harus menjadi acuan. Setelah tidak menjadi Wapres, JK menjadi Ketua Palang Merah Indonesia, menjadi Ketua Dewan Masjid Indonesia. Itu membuktikan kualitas Jusuf Kalla sebagai seorang pemimpin dan tidak dipandang sebelah mata,” ungkapnya saat dihubungi wartawan di DPR, Jakarta, Jumat (04/05/2012).
 
Max menambahkan, figur JK sangat tepat jika diajukan sebagai pemimpin. Namun, bukan berarti Partai Demokrat akan mengusung JK dalam pilpres mendatang.
 
“Waktu akan bicara banyak soal capres Partai Demokrat. Kita memang punya capres sendiri tapi kita harus bicara soal figur yang tepat untuk menjadi capres. Boleh dong saya bicara soal figur orang yang tepat memimpin negeri ini di inner partai seperti figur Jusuf Kalla,” imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Max menegaskan jika memang hendak mengusung capres, parpol harus melihat terlebih dahulu kriteria dan kapasitas calon yang akan diusung.
 
“Kita harus jujur dan tidak ada aspek politik dengan apa yang saya sampaikan. Kalau mendukung seseorang sebagai capres, harus berdasarkan kriteria. Tapi bukan berarti Partai Demokrat akan mencalonkan JK sebagai capres pada 2014 mendatang,” pungkasnya.

May 01

Anas: Rakyat Butuh Kesejahteraan Bukan Politik

BANDUNG – Jika Indonesia ingin maju, maka proses perkembangan harus dimulai dari desa. Karena mayoritas masyarakat Indonesia bertempat tinggal di pedesaan.

Hal itu dingkapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum saat melakukan pidato politiknya di Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Bandung, Selasa (01/5/2012).

“Kalau Indonesia ingin segera maju maka kemajuan itu harus diputrar dari desa. Perputaran kemajuannya akan lebih cepat. Yakni dengan perbaikan infrastruktur,” kata Anas dalam pidatonya.

Pemerintah sendiri saat ini telah menjalankan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) untuk mendorong perkembangan ekonomi di daerah pedesaan. Selain itu DPR juga akan segera merampungkan undang-undang mengenai pedesaan.

Apr 22

Jelang Pemilukada Buleleng, Warga Diberi Uang Rp25 ribu

BULELENG – Warga Desa Pengulon, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali, diberi  uang guna memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati tertentu menjelang pemilukada yang digelar hari ini. Tiga warga Desa Pengulon melaporkan praktik politik uang tersebut.

Mulyadi, anggota Komisi D DPRD Buleleng, kemudian mengajak tiga saksi melaporkan politik uang beserta barang bukti uang pecahan Rp20 ribu dan pecahan Rp5 ribu ke Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaslu) Buleleng.

“Mereka masing-masing diberi uang Rp25 ribu dan diminta agar memilih pasangan tertentu,” ujar Mulyadi, di Kantor Panwaslu Buleleng, Sabtu (21/4/2012) malam.

Mulyadi mensinyalir praktik tersebut terjadi hampir merata di 14 desa di Kecamatan Gerogak.

Apr 17

Demokrat Masih Pertimbangkan Partai Pengganti PKS

DEPOK - Partai Demokrat tengah mempertimbangkan peserta baru koalisi, setelah Sekretaris Gabungan (Setgab) memutuskan mendepak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi.

Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan, partainya selalu terbuka dan siap bekerja sama dengan partai manapun.

“Sekarang ini kita melihat seberapa jauh bisa efektif, dan kalau ada yang tak efektif apa yang dilakukan. Di satu sisi Demokrat selalu siap terbuka bekerja sama dengan partai lain, di satu sisi kerja sama itu dilandasi dengan kepentingan bersama dan etika di dalam kerjasama tersebut,” katanya usai menghadiri pengukuhan Doktor istrinya, Vitria Mallarangeng, di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (17/04/12).

Apr 16

Pengamat : Tak Lazim Gerindra Hanya Koalisi di Parlemen

JAKARTA – Pengamat Politik The Habibie Center, Bawono Kumuro mengatakan, sangat tidak lazim jika Partai Gerindra hanya melakukan koalisi di Parlemen.

“Agak aneh dan tidak lazim jika koalisi hanya di parlemen, tapi tidak koalisi juga di pemerintahan. Itu sama seperti enggan mendapatkan “getah” jika pemerintah membuat kebijakan tidak populer. Lalu, sesungguhnya jika tidak koalisi di pemerintahan hanya di parlemen juga kurang menguntungkan bagi Gerindra sendiri,” kata Bawono saat berbincang dengan okezone, Minggu (15/4/2012).

Menurut Bawono, Partai Gerindra tidak memiliki akses pada sumber-sumber daya di pemerintahan yang dapat dikonversi atau dimaksimalkan kelak menghadapi pemilu 2014.