JAKARTA – The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menyatakan, penahanan sekitar 4.200 kontainer berisi besi tua (scrap) di sejumlah pelabuhan menyebabkan para produsen baja nasional harus mengeluarkan biaya tinggi akibat kekurangan bahan baku.
Seperti diketahui, kontainer-kontainer berisi scrap ditahan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Belawan Medan, sejak 3 Februari 2012 karena diduga mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Co-Chairman we IISIA Ismail Mandry mengatakan, beberapa produsen baja harus saling berlomba untuk mendapatkan pasokan scrap buatan lokal yang harganya semakin tinggi sejak adanya penahanan kontainer tersebut. Menurutnya, sebelum ada peristiwa penahanan kontainer, harga scrap lokal masih Rp4.800-5.000 per kilogram (kg). Dalam dua bulan setelahnya, harga throw terus bergerak sampai ke Rp5.600-6.000 per kg.
This is a preview of
Penahanan Kontainer Scrap Timbulkan Biaya Tinggi
.
Read the full post (610 words, estimated 2:26 mins reading time)