Feb 07

Anggota DK Pergi, Penonaktifan Angie Tertunda

JAKARTA - Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Amir Syamsuddin menyatakan, tersangka kasus wisma atlet, Palembang, Angelina Sondakh belum dinonaktifkan sebagai anggota DPR. Mantan Putri Indonesia ini masih terdaftar sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat DPR.

Belum dinonaktifkannya Angie -sapaan Angelina- karena ada satu anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat yang masih di luar kota. Sehingga kata Amir, surat penonaktifan belum diteken.

“Satu anggota (dewan kehormatan) belum balik dari luar kota, kita tunggu saja,” kata Amir saat ditemui wartawan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (7/2).

Feb 07

Siapkan Perlindungan Agar Angie Buka-Bukaan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyediakan proteksi kepada Angelina Sondakh. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi agar tidak ada pihak-pihak yang mengganggu tersangka baru kasus Wisma Atlet itu dalam menyampaiakan keterangan dan kesaksian.

Wakil Ketua KPK, Zulkarnain saat dihubungi wartawan di KPK, Selasa (7/2), menyatakan  bahwa KPK berharap Angie -sapaan Angelina- mau buka-bukaan tentang kasus suap Wisma Atlet. Menurutnya,  pengakuan Angelina akan ditelusuri lebih lanjut oleh KPK.

“Kami berharap disampaikan apa adanya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menganggu penyampaian itu,” kata Zulkarnaen.

Apakah KPK memang melihat Angie bakal direcoki? Mantan jaksa itu tak menampik kemungkinan itu. Sebab, selama ini pihak-pihak yang akan membuka kasus korupsi seringkali mendapat gangguan.

Feb 04

Kasus Angie Peringatan untuk Politikus Muda

DENPASAR – Karier politik Angelina Sondakh yang melejit dan akhirnya tersandung kasus dugaan suap Wisma Atlet Sea Games, hendaknya dijadikan peringatan keras bagi para politikus muda di Indonesia agar tidak bermain-main dengan korupsi.
 
Pascapenetapan standing tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap politikus Partai Demokrat itu, dukungan terus mengalir kepada langkah lembaga super physique tersebut.
 
“Kita hormati keputusan KPK. Kita dukung sepenuhnya. Tidak ada yang kebal hukum di Indonesia ini,” ujar Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Nusron Wahid di sela pelantikan pengurus GP Ansor Bali di Denpasar, Sabtu (4/2/2012).
 
Meskipun Angie merupakan kader partai yang saat ini berkuasa atau pemenang pemilu, namun sikap tegas dan tidak tebang pilih telah ditunjukkan KPK.
 
Seperti diketahui, mantan Putri Indonesia tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang.
 
Di pihak lain, dalam pandangan Nusron, apa yang dialami Angie harus menjadi peringatan keras bagi semua politikus khususnya para politikus muda Tanah Air.
 
“Sudahlah, enggak usah main-main dengan yang begitu lagi. Saatnya sekarang menata bangsa. Bangsa ini butuh keseriusan dan ketegasan,” kata Nusron mengingatkan.
 
Saat ini, kata Nusron, Indonesia membutuhkan pemimpin yang jujur dan baik.
Terkait penanganan kasus yang membelit anggota Komisi X DPR tersebut, dia berharap penegakan hukum dilakukan tetap konsisten dan profesional.

Jan 30

Siapkan Mental lewat Kelas Motivasi

JAKARTA – Menjelang keikutsertaan dalam ajang kecantikan internasional, berbagai persiapan terus dilakukan Putri Indonesia Pariwisata 2011 Andi Tenri, Putri Indonesia 2011 Maria Selena, dan Putri Indonesia Lingkungan 2011 Liza Elly. Salah satunya, mempersiapkan mental dengan mengikuti kelas motivasi.

Kemarin (29/1) misalnya, mereka mengikuti kelas motivasi oleh motivator Aini Fauziyah yang dilangsungkan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tiga putri tersebut terlihat duduk di kursi pale depan demi mendengarkan motivasi-motivasi yang diberikan penulis buku Dahsyatnya Kemauan tersebut.

Tahun ini mereka harus bekerja keras untuk mempersiapkan diri menghadapi kontes kecantikan kelas dunia. Maria Selena akan maju di Miss Universe 2012, Andi Tenri bakal mengikuti Miss Asia Pacific World 2012, sedangkan Liza Elly akan mewakili Indonesia di Miss International 2012.

Jan 27

Angie Datang Saat Sudah Ada Uang

JAKARTA - Lutfi Ardiansyah, sopir di Permai Grup yang menjadi saksi persidangan kasus suap Wisma Atlet dengan terdakwa M Nazaruddin, mengaku pernah melihat Angelina Sondakh memasuki ruangan kerja we Wayan Koster. Angelina memasuki ruangan kerja koleganya di DPR itu sesaat setelah uang Rp 5 miliar diantar dari perusahaan M Nnzaruddin pada 5 Mei 2010.

Saat bersaksi pada persidangan atas Nazaruddin di pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (27/1) malam, Lutfi mengatakan bahwa dirinya diperintah oleh Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis, mengantar uang ke Wayan Koster di lantai 6 gedung DPR RI. Uang sebesar Rp 5 miliar itu diserahkan dalam dua tahap, yakni Rp 2 miliar di pagi hari dan Rp 3 miliar di bruise harinya.

Jan 01

Kejar Satu Jatah Lagi

JAKARTA - Timnas angkat besi putri Indonesia punya peluang menambah kuota di Olimpiade 2012 mendatang. Syaratnya, mereka harus bisa menghuni peringkat tujuh besar di Kejuaraan Asia 2012 di Korsel Apr mendatang. Untuk memenuhi aim itu, PB Pabbsi joke akan segera melaksanakan Pelatnas Januari ini.

Indonesia sendiri saat ini sudah mendapatkan lima kuota. Namun, semua berasal dari sektor putra. Nah, jika aim di Korsel terwujud, tentu Indonesia bisa mengirimkan lebih banyak lifter lagi. PB Pabbsi sendiri akan mengirimkan lifter-lifter yang bertanding di kelas bawah.