May 17

Tak Ada Regenerasi, Depok Krisis Atlet Dayung

DEPOK - Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Depok, Jawa Barat mengaku kekurangan atlet sehingga mempersulit proses regenerasi. PODSI Depok mengajak seluruh pelajar di sekolah-sekolah untuk berminat menggeluti olahraga dayung.

Bayangkan saja, Depok hanya memiliki tujuh atlet dayung. Padahal olahraga ini begitu menjanjikan segudang prestasi seperti yang diraih Kanti, atlet dayung Depok peraih medali emas di ajang Sea Games beberapa waktu lalu.

“Olahraga ini tidak hanya untuk putra saja, tetapi pemain putri joke dapat diikutsertakan, hanya saja untuk saat ini belum terlalu banyak regenerasinya,” jelas Ketua Pembinaan Prestasi PODSI Kota Depok Roni Lismanto, Kamis (17/05/12).

May 13

Jangan Jadi Pegawai Saja, 1.200 Anak Muda Sumsel Diimbau Jadi Pengusaha

JAKARTA - Sebanyak lebih dari 1.200 anak muda Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti seleksi calon wirausahawan muda yang diadakan Partai Amanat Nasional di Palembang. Acara pelatihan yang mengambil tema “60 Hari Buka Usaha Baru” bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Sumatera Selatan yang sempat menurun.

Ketua DPP PAN Azwar Abubakar menjelaskan, dipilihnya Palembang sebagai salah satu kota ajang pencarian calon wirausahawan muda dikarenakan banyak sekali potensi ekonomi di Sumatra Selatan yang masih belum tergarap secara optimal.

“Kita melihat besarnya potensi di Sumsel terutama Palembang ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh putra daerah guna menunjang kemajuan perekonomian,” jelas Abubakar, Minggu (13/5/2012).

May 02

Istri Nazaruddin Minta Dijemput KPK

JAKARTA – Terpidana perkara suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, melayangkan surat ke pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.
 
Pengacara Nazaruddin, Elza Syarief, mengatakan surat tersebut berisi upaya pemulangan istri kliennya, Neneng Sri Wahyuni, yang buron di luar negeri.
 
Dengan surat tersebut, Elza mengatakan, Nazaruddin berharap Neneng bisa pulang tanpa ditangkap Kepolisian Internasional (Interpol). Elza menambahkan surat itu dikirim pada Kamis, 26 Apr 2012.
 
“Tapi itu bukan atas permintaan Neneng. Kita tidak pernah ada kontak langsung  dengan Neneng. Posisinya joke kita tidak tahu,” kata  Elza saat dikonfirmasi, Rabu (2/5/2012).
 
Pertengahan Agustus tahun lalu, KPK menetapkan Neneng sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan pembangikit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Tiga bulan sebelumnya, 23 Mei 2011, Neneng kabur ke Singapura bersama suaminya.

Apr 20

Legislator Pantau Kelanjutan Kasus Hambalang

JAKARTA – Komisi Hukum DPR berharap agar kasus Nazarudin tidak hanya berhenti pada perkara wisma atlet SEA Games saja. Hal ini dikarenakan Nazarudin juga diduga terlibat dalam beberapa kasus korupsi lain. Terkait hal tersebut, Komisi III akan meningkatkan pengawasan terhadap KPK.
 
“Itu kan di KPK, memang ada beberapa yang lain. Kita serahkan sepenuhnya,” kata anggota Komisi III dari Fraksi PAN Tjatur Sapto Edi kepada wartawan di DPR, Jakarta, Jumat (20/04/2012).
 
Selain Tjatur, anggota Komisi III dari fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari juga berharap agar KPK tetap melanjutkan kasus Nazarudin yang masih belum diproses.
 
“Saya berharap kasus ini tidak berhenti pada satu kasus aja ya. Tapi juga kasus-kasus yang lain. Juga diingat bahwa kasusnya banyak. Jadi harus diproses oleh hukum. Sehingga ada keadilan juga. Itu kita awasi supaya terlaksana,” tuturnya saat ditemui wartawan.
 
Kendati demikian, Komisi III tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi KPK. Komisi III hanya bertugas untuk mengawasi berjalannya kasus tersebut. “Kita hanya mengawasi, untuk urusan di pengadilan tidak ada intervensi dari komisi III. Kita cukup pada pengawasan dan menghormati putusan,” tutup Eva.
 
Dalam kasus suap proyek pembangunan wisma atlet, Nazaruddin sudah diganjar hukuman penjara empat tahun 10 bulan dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor.
 
Dia dianggap terbukti menerima Rp 4,6 miliar dari pelaksana proyek Wisma Atlet, PT Duta Graha Indah. Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan dari Jaksa Penuntut Umum.
 
Selain terjerat kasus wisma atlet, Nazar juga diduga terlibat dalam sejumlah kasus korupsi lain. Di antaranya, kasus pencucian uang dalam pembelian saham Garuda, proyek pembangunan laboratorium di sejumlah universitas, kasus Hambalang dan kasus pengadaan alat kesehatan.

Mar 28

Nazar Mengaku Dapat Bocoran KPK soal Korupsi di Kemenpora

JAKARTA – Terdakwa kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menerima price dari proyek Wisma Atlet SEA Games. Nazaruddin beralasan, dirinya sebenarnya sudah tahu bahwa Kemenpora sedang dibidik KPK.

Karenanya saat diperiksa sebagai terdakwa di  Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/3), Nazar  -panggilan Nazaruddin- mengaku tak mau bertindak bodoh dengan menikmati uang dari proyek di Kemenpora yang jelas-jelas sedang diincar KPK. “Saya ada teman di KPK, teman itu memberitahukan ke saya. Awal Desember 2010 saya diberitahu teman saya, ada satu departemen lagi dipantau KPK,” kata Nazar.

Mar 22

Terdakwa Siap Digantung di Monas

“Untuk meyakinkan yang mulia majelis hakim, saya mau juga dilakukan sumpah pocong. Saya juga mau digantung di Monas,” sumbar Suisnaya saat membacakan pledoi atau nota pembelaan diri dalam sidang di Pengadilan Tipikor. Dia mengucapkan janji tersebut tanpa ragu-ragu. Beberapa pengunjung sidang joke sempat terkejut dengan pernyataan Suisnaya.

Janji siap digantung di Monas memang bukan pertama kali di ucapkan Suisnaya. Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum telah mempopulerkan janji tersebut apabila dia terlibat bersalah dalam beberapa kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Anas banyak disebut Nazaruddin terlibat dalam kasus suap wisma atlet SEA Games dan proyek Hambalang.

Mar 20

Timnas Tak Akan Kena Imbas

JAKARTA – PSSI berharap Kisruh yang saat ini melanda persepak bolaan nasional tak memengaruhi persiapan tim nasional. Induk sepak bola tertinggi tanah atmosphere tersebut akan segera menyiapkan pemusatan latihan (TC) jangka panjang sampai 2013 mendatang.
 
“Jangan berbikir dan terpengaruh dengan apa yang terjadi di PSSI sekarang. Timnas akan tetap jalan, pembinaan sepak bola harus jalan terus,” kata Penanggung jawab timnas Bernhard Limbong.
 
Dia menjelaskan jika para pemain timnas akan dikumpulkan mulai Apr mendatang di Jakarta agar persiapan lebih matang. Harapannya, performa timnas bisa lebih berkualitas saat tampil menghadapi beberapa even sepanjang 2012 dan 2013.
 
Pemain yang nantinya akan dipanggil rencananya adalah yang sebelumnya pernah memperkuat timnas baik di U-17 dan U-21. Mereka akan diganbungkan dengan  pemain lain yang akan diseleksi dari klub. Alasan pemain timnas U-17 juga turut diseleksi dianggap layak diberi kesempatan karena telah memiliki pengalaman Internasional.
 
TC jangka panjang ini nantinya akan dilakukan sebagai persiapan menjadi juara di SEA Games Myanmar 2013. Karena itu, pemain yang akan diseleksi hanya pemain yang usianya mencukupi untuk terjun di SEA Games nanti.
 
“Tidak ada yang senior. Karena targetnya jelas, untuk persiapan panjang menuju juara 2013. Jadi tidak ada main-main lagi,” tegas Jenderal bintang satu tersebut.
 
Selama 2012, tim yang dipersiapkan dalam TC jangka panjang itu akan terjun di beberapa turnamen. Terdekat, mereka akan tampil di kualifikasi piala Asia U-22 dan selanjutnya di piala AFC. Karena untuk jangka panjang itulah, sampai saat ini PSSI masih belum menentukan siapa pelatih yang akan membesut tim ini.
 
Jika sebelumnya nama Widodo C Putro gencar dibicarakan akan membesut timnas U-22, maka kali ini Limbong meralatnya.”Ini untuk jangka panjang, pelatihnya ada dua pilihan, Widodo atau Aji (Santoso). Itu masih akan kami rapatkan dalam waktu dekat,” ucapnya.
 
Selain membicarakan masalah pelatih, lanjut Limbong, pihaknya juga akan mempersiapkan mekanisme pemanggilan pemain yang sedang tergabung dalam klub. Nantinya, klub diperkirakan mendapat kompensasi atau pilihan mekanisme lainnya untuk pemainnya tabg tergabung dalam TC jangka panjang.
 
Di sisi lain, Widodo yang sebelumnya telah ditegaskan bakal melatih timnas U-22 joke mengaku masih belum mendapatkan pemberitahuan resmi. Dia hanya mengabarkan dalam waktu dekat ada rapat bersama tim pelatih timnas, manajer, dan pengurus PSSI.
 
“Saya tahunya 22 Maret ada rapat, rencananya di Surabaya. Itu melibatkan semua tim kepelatihan yang ada di timnas,” ucap pelatih yang dipercaya menangani timnas U-21 tersebut.
 
Dia memperkirakan, penunjukan pelatih untuk timnas yang akan melakoni TC jangka panjang akan diputuskan dalam rapat itu. Sebab, pelatih tim jangka panjang ini secara otomatis juga akan menjadi pelatih di SEA Games 2013 mendatang.
     
Terkait kondisi terakhir persepakbolaan nasional, kemarin (20/3) bruise PSSI menggelar press discussion di kantor PSSI. Kepada wartawan PSSI menegaskan tidak akan bertanggung jawab jika FIFA menjatuhkan sanksi terkait kisruh sepak bola Indonesia. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangann bahwa mereka merasa sudah melakukan semua hal yang menjadi  instruksi FIFA.

“Jika ada sanksi dari FIFA, PSSI tidak bertanggung jawab karena kita sudah melakukan anjuran. Kalau ada banned, itu salah Indonesia yang salah  mengambil langkah dalam menangani kisruh sepak bola,” kata Staf Ahli Sekjen PSSI Rudolf Yesayas. (aam/ali)

Mar 19

PDS Tendang Kader Penolak Alex-Nono

“Persoalan ideologi menjadi tidak masalah manakala kami (PDS) bisa bergandengan tangan  dengan Partai Golkar yang nasionalis dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) sebagai partai Islam yang  moderat,” kata Denny, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (19/3).
       
Seperti diketahui PDS berkoalisi bersama PPP dan Partai Golkar untuk mengusung pasangan Alex-Nono sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta 2012. Pasangan itu sudah dideklarasikan dan diharapkan dapat membawa Jakarta lebih baik lagi ke depan. Selain itu, pasangan Alex-Nono juga diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini mendera ibu kota.
       
Denny menegaskan, kebijakan DPP PDS memilih  Alex-Nono sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta merupakan pilihan dari alternatif  terbaik. “Untuk membuat Jakarta lebih baik dari sebelumnya,” kata Denny.
       
Dijelaskan Denny, dukungan kepada Alex awalnya muncul dari DPW PDS Sumatera Selatan. Sebab, kader PDS di Sumsel menganggap sukses kepemimpinan Alex selama menjadi Gubernur Sumsel. Termasuk kesuksesan Alex saat penyelenggaraan SEA Games tahun lalu.

Dia juga menegaskan, peranan PDS cukup critical dalam koalisi trisula ini. Posisi PDS joke dianggap setara dalam mengusung Alex-Nono. “Dan itu sangat berarti bagi keberadaan PDS ke depan,” ungkap Denny.
       
“Oleh karena itu, kader yang tidak sejalan dengan keputusan DPP sesuai mekanisme partai yang ada, telah kami lakukan dengan menonaktifkan  Ketua DPW  PDS DKI,” kata Denny.

Mar 08

KPK Diminta Tetap Fokus Usut Kasus Wisma Atlet

JAKARTA – Terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin menuding pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merekayasa kasusnya.

Terkait hal tersebut, Indonesian Coruption Watch (ICW) menyarankan agar KPK tidak terusik dengan ‘nyanyian’ Nazaruddin. KPK diminta tetap membongkar secara terang benderang siapa-siapa yang terkait dalam kasus ini.

“KPK harus buktikan bahwa kasus-kasus lain terkait Nazar ataupun pihak lain, baik di Demokrat ataupun partai lain diproses. KPK enggak perlu repot tanggapi Nazar, kita fokus pada proses sidang saja,” Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Fabri Diansyah melalui pesan singkatnya kepada okezone, Rabu (7/3/2012) malam.

Feb 23

Angie dan Andi Perlu Dikonfrontir di Sidang Nazar

JAKARTA - Majelis hakim yang menyidangkan perkara Nazaruddin, diharapkan dapat mempertemukan Menpora Andi Mallarangeng dengan Angelina Sondakh dalam persidangan korupsi Wisma Atlet. Andi dan Angelina perlu dikonfrontir karena adanya kesaksian yang saling bertentangan.

Penilaian itu disampaikan guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, Kamis (23/2). “Hakim harus mengambil inisiatif mengonfrontir kedua saksi di persidangan berikutnya,” sambung mantan Menteri Hukum dan HAM itu.

Diberitakan sebelummya, Angelina saat bersaksi pada persidangan mengaku tidak tahu banyak tentang kasus Wisma Atlet. Angie yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, justru membantah kecipratan uang proyek Wisma Atlet SEA Games.