Feb 06

Ibunda Ade Namnung Tak Tahu Dipolisikan Ramon

JAKARTA- Ibunda Ade Namnung, Hariningsih mengaku tak tahu dilaporkan ke Polsek Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat oleh ayah angkat almarhum, Ramon Papana karena telah melakukan pengrusakan di rumahnya.

Ibunda Ade dan keluarganya menyambangi kediaman Ramon di  kawasan Sentul, Jawa Barat dengan melakukan pengrusakan dan melontarkan kata-kata yang tidak menyenangkan. Kedatangan mereka terkait harta Ade yang disebut telah dimiliki Ramon.

“Saya enggak dengar. Ya kalau dilaporkan silakan saja,” ujar wanita yang akrab disapa Ning, ditemui di Wisma Pondok Indah 3, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2012).

Sejak kejadian Sabtu (4/2) kemarin, saat keluarga menyambangi rumah Ramon, Ning mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan ayah angkat anaknya tersebut.

Jan 31

Daerah tak Tahu Ada Penerimaan CPNS 2012

MEDAN- Sejumlah daerah di Sumut belum mengetahui adanya penerimaan CPNS formasi 2012. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) belum mengirimkan surat pemberitahuannya.

Seperti Pemko Medan, mengaku belum mengetahui adanya penerimaan CPNS formasi 2012, akibatnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan hanya menunggu surat. “Kami belum terima surat pemberitahuan penerimaannya dan kami hanya menerima surat duration PNS 2012, mintalah suratnya baru kami tindaklanjuti,” kata Kepala BKD Kota Medan, Parluhutan Hasibuan, seperti diberitakan Sumut Pos (Grup JPNN).

Saat disinggung mengenai penerimaan CPNS hanya sebatas tenaga teknis, Parluhutan menyebutkan, pemberitahuan itu belum diterimanya, maka sekarang ini Pemko Medan hanya sebatas menunggu saja dari Pemerintah Pusat.

Jan 27

Angie Datang Saat Sudah Ada Uang

JAKARTA - Lutfi Ardiansyah, sopir di Permai Grup yang menjadi saksi persidangan kasus suap Wisma Atlet dengan terdakwa M Nazaruddin, mengaku pernah melihat Angelina Sondakh memasuki ruangan kerja we Wayan Koster. Angelina memasuki ruangan kerja koleganya di DPR itu sesaat setelah uang Rp 5 miliar diantar dari perusahaan M Nnzaruddin pada 5 Mei 2010.

Saat bersaksi pada persidangan atas Nazaruddin di pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (27/1) malam, Lutfi mengatakan bahwa dirinya diperintah oleh Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis, mengantar uang ke Wayan Koster di lantai 6 gedung DPR RI. Uang sebesar Rp 5 miliar itu diserahkan dalam dua tahap, yakni Rp 2 miliar di pagi hari dan Rp 3 miliar di bruise harinya.

Jan 13

Soal Cerai, Manajer Nova Eliza Tak Tahu

JAKARTA- Nova Eliza telah menggugat cerai suaminya Mirwan Suwarso, ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, 5 Januari lalu. Namun, Nova memilih bungkam soal perceraiannya itu.

Bahkan saat dihubungi okezone, manajernya mengaku tidak tahu soal pendaftaran cerai Nova terhadap sutradara kondang itu.

“Kita enggak tahu, mba Nova enggak cerita apa-apa,” jelas Dona, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (13/1/2012).

Menurut Dona, saat ini Nova sedang sibuk latihan untuk show-nya besok di acara Dahsyat.

“Mba Nova-nya lagi sibuk nanti aja telepon lagi. Saya enggak bisa ngomong soal itu,” tutupnya.

Jan 13

Rosa Stres Berat, LPSK Mohon Kesaksian around Teleconference

JAKARTA – Terdakwa korupsi proyek wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manulang stres berat setelah mendapatkan ancaman pembunuhan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, kemarin. Rosa saat ini masih dalam penanganan psikolog sekaligus ditemani orangtua dan kakaknya di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi dan selanjutnya di rumah aman Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
 
“Kondisi Rosa tadi memang masih sangat tinggi tingkat stresnya karena masih pendalaman pertama sekali, kita memang masih membutuhkan pertemuan-pertemuan lanjutan dan berikutnya,” kata anggota LPSK Lilik Pintauli usai menemui Rosa di kantor KPK, Jakarta, Jumat (13/1/20120.
 
Kedatangan Lilik bersama psikolog ke KPK bermaksud untuk merawat dan menenangkan Rosa. LPSK akan berupaya menjamin keamanan Rosa agar dia siap bersaksi dalam persidangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Senin pekan depan.
 
Lilik tak tahu batas waktu perlindungan dan perawatan Rosa karena jika menyangkut kesiapan mental sepenuhnya menjadi kewenangan psikolog. “Kita sudah koordinasikan juga dengan JPU yang memastikan apakah dia bisa memberikan kesaksian atau tidak. Konsultasi kita bebaskan dia berdua dengan psikolognya Kemudian dibiarkan dia berbicara sebebas-bebasnyanya. Ada ibunya, sodaranya, ada kakaknya kemudian dengan psikolog,” katanya.
 
Selain itu, LPSK juga menjajaki kemungkinan Rosa menyampaikan kesaksian melalui telekonferensi. LPSK sudah mengajukan permohonan menyangkut hal ini kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu.
 
“Mudah-mudahan Senin atau Selasa ya persidangannya majelis mengizinkan untuk dilakukan telekonferensi,”ujar Lilik.

Jan 11

Daftar Kuliah Berdesakan, 1 Tewas

“Seorang ibu meninggal dunia akibat insiden desak-desakan tersebut. Dua yang lain mengalami luka serius dan tujuh lainnya luka ringan,” kata Ihron Rensburg, salah seorang petinggi kampus favorit di ibu kota Afsel tersebut.

Menurut dia, ribuan calon mahasiwa itu berebut memanfaatkan pendaftaran terakhir untuk bisa berkuliah di University of Johannesburg. Sebab, pendaftaran reguler sudah ditutup pada Juni lalu.

Rensburg mengatakan bahwa insiden terjadi pada pukul 7.30 waktu setempat, sekitar 30 menit sebelum gerbang kampus dibuka. Ribuan calon mahasiswa yang datang bersama ayah atau ibu mereka itu mulai berdesakan sejak pagi. Mereka berebut menjadi yang pertama mendatangi loket pendaftaran karena bangku yang tersisa hanya sekitar 800.

Jan 11

Mahfud: Pilkada Aceh Bukan Urusan MK

JAKARTA–Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD enggan berkomentar banyak mengenai konflik di Aceh yang disinyalir karena tidak diikutsertakanya salah satu partai dalam Pilkada tersebut. Ia menegaskan, MK hanya bisa memberikan putusan terhadap setiap perkara yang diajukan. “Saya tak mau nanggapi masalah itu, bukan urusan MK,” kata Mahfud kepada JPNN, Rabu (11/1).

Mahfud juga tak dapat memastikan akankah MK memberikan kesempatan Partai Aceh ikut serta Pemilukada dengan membatalkan jadwal pilkada Aceh yang telah ditetapkan 16 Februari 2012 melalui legal examination UU Nomor 32 Tahun 2004 yang mengatur tentang tahapan pemilukada yang diajukan oleh Mendagri Gamawan Fauzi. “Saya tak tahu juga,” ujarnya.

Jan 09

Andhika Ngaku Tak Tahu Dikirimi Uang oleh Melinda

JAKARTA – Terdakwa kasus pencucian uang dan pemalsuan identitas Andhika Gumilang, mengaku tidak tahu jika dirinya kerap dikirimi uang oleh istri sirinya Inong Melinda Dee.

“Istri saya hidup dalam kemewahan, saya tidak menduga uang tersebut dari kejahatan,” ujar Andhika dalam pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (9/1/2012).

Andhika berkilah jika dia selalu memiliki uang di rekening miliknya lantaran dirinya memiliki pekerjaan sebagai artis dan juga bintang iklan.

“Saya mendapat pursuit off atmosphere 4-5 kali sebulan, tidak pernah menemukan kejanggalan. Honornya langsung ditransfer ke rekening saya,” sebutnya.
(crl)